MotoBike - Hendry Chandra berat hati mesti meninggalkan Indonesia. Tapi bukan karena dideportasi, melainkan untuk kuliah di Australia. “Awal bulan ini sudah terbang ke sana,” terang warga Grogol, Jakbar ini.
Sebelum terbang ke negeri Kanguru, ia punya keinginan merombak Minerva R150VX kesayangan. Pastinya biar ada yang dikangenin. Ubahan yang ingin dilakukan komplet, baik mesin, bodi maupun kaki-kaki.
Sebelum terbang ke negeri Kanguru, ia punya keinginan merombak Minerva R150VX kesayangan. Pastinya biar ada yang dikangenin. Ubahan yang ingin dilakukan komplet, baik mesin, bodi maupun kaki-kaki.
Awalnya pria 17 tahun ini bingung mau modif di mana. “Saat baca OTOMOTIF ada bengkel rujukan Mr. Testo, makanya saya ke sini,” ujar alumnus Australian International School. Tepatnya Samudra Jaya Motor (SJM) yang dikomandoi Bie Hau.
Bengkel yang ngendon di Jl. Joglo Raya No.230 Jakbar ini pernah masuk rubrik Mr. Testo Recommended, untuk upgrade motor bikinan PT Minerva Motor Indonesia tersebut. Karena tau spesialis mesin, maka pesan Hendry ke Bie Hau cuma satu, yakni bikin performa mesin lebih enak.
Pemasangan piston menuntut penggantian boring. “Kalau enggak bakalan sangat tipis, rawan pecah,” terang mekanik lajang ini. Untuk pistonnya cuma dibubut sedikit, bikin coakan klep. Kalau pen piston plek lantaran sama-sama 15 mm.
Saat terpasang di crank case, blok tak dibubut atau tambah paking. Karena posisi top piston saat terpasang sudah rata. Selanjutnya saluran in dan ex kepala silinder kena mata bor tuner, untuk melancarkan aliran gas masuk maupun keluar.
Lalu pasokan bahan bakar makin melimpah dengan mengandalkan karbu Keihin PE 28. Dengan filter model open, spuyer ketemu di angka 38 (pilot jet) dan 112 (main jet). Intake manifold pakai bikinan WRD untuk karbu 28 mm.
Terakhir sektor pengapian, koil menyomot Blue Thunder yang dipasangkan koil booster bikinan APS Motomax. “Awalnya pakai CDI BRT, tapi saat panas tenaga enggak stabil, sepertinya karena posisi yang pas di atas mesin, jadi kepanasan,” tutup mekanik yang sebentar lagi menikah ini.
“Larinya jadi enteng banget, jauh dibanding standarnya,” pungkas Hendry. Proyek selanjutnya memperbesar kaki-kaki dan sedikit merombak bodi. Walah, bisa-bisa saat di Australia ingin pulang terus nih, untuk lanjut modif sektor lainnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar