Salah satunya adalah Yamaha Scorpio Z yang meningkat tipis dibandingkan Januari 2011. Pada Februari, volume motor bermesin 225cc itu, naik hampir 5% mendekati 2.000 unit, dibandingkan Januari yang sekitar 1.900-an unit.
Tapi, jangan bangga dulu, untuk motor sport 200cc ke atas, produk yang tergolong kinclong di tengah penurunan penjualan Februari 2011 adalah Honda Tiger. Motor sport bermesin 200cc itu, mencatat peningkatan sekitar 15% menjadi mendekati 3.000 unit, jika dibandingkan Januari 2011.
Kenapa Scorpio Z dan Tiger bisa meningkat? Sedangkan Kawasaki Ninja 250 R justeru menurun sekitar 10%?
Gerak Kalajengking
Boleh jadi keberhasilan Scorpio Z bergerak ke atas tak lepas dari imbas pembenahan yang dilakukan PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) selaku produsen. Kita semua tahu, pada penghujung September 2010, YMKI membedaki tampilan Scorpio Z. Seperti pernah saya tulis juga, beberapa perubahan di New Scorpio Z antara lain, bentuk lampu depan dari bulat menjadi lebih futuristik (head lamp multi reflector) yang mengadaptasi dari bentuk dan desain modern dan tanki BBM yang berukuran lebih besar ditambah semacam sirip (shroud). Selain itu, perubahan lain di bagian belakang, sisi samping motor, knalpot, lampu sein, dan spakbor belakang. Sehingga New Scorpio Z dikesankan beraura lebih gagah.
Resep itu terbukti mujarab. Sebulan setelah dipermak, penjualannya naik sekitar 42% dan berlanjut kenaikkan pada November 2010 sekalipun tak sebesar pada Oktober, yakni sekitar 23%. Namun, pada Desember 2010, ketika total penjualan motor sport menurun, Scorpio Z yang kini dibanderl Rp 23,79 juta per unit, juga ikutan merosot sekitar 30%.
Jurus Macan
Jurus macan besi, Honda Tiger, tampaknya juga cukup jitu. Selain mengubah tampilan dari dua lampu asimetris ke lampu tunggal bulat (rounded single headlight), pada Juni 2010, PT Astra Honda Motor (AHM) selaku produsen Tiger juga terus menyegarkan tampilan motor yang masuk ke pasar Indonesia sejak tahun 1993 itu.
Manajemen AHM mengklaim bahwa Honda Tiger dengan lampu tunggal tersebut menonjolkan desain motor cruiser modern. Efek penyegaran belum terasa pada bulan pertama, justeru yang terjadi penjualan menurun sekitar 6% pada Juli 2010.
Pada Agustus 2010 sempat melejit sekitar 35%, namun setelah itu penjualan melorot terus. Hingga yang paling terburuk pada Desember 2010 yakni sekitar seribuan unit saja.
Memasuki 2011, Tiger dibuka dengan peningkatan signifikan, yakni sekitar 94% dari seribuan unit pada Desember 2010 menjadi sekitar 2.500-an unit pada Januari 2011. Laju pertumbuhan berlanjut pada Februari 2011 yakni tumbuh sekitar 15%.
Hal yang menarik adalah bahwa Tiger yang kini dibanderol Rp 24,89 juta per unit itu, justeru mampu memperbaiki pangsa pasar dari sekitar 4,68% menjadi sekitar 5,89% pada Februari 2011. Bagaimana pada Maret 2011? Ada yang bisa mereka-reka? (edo rusyanto)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar